Pendahuluan
Untuk mempertahankan suatu usaha dagang dengan tingkat
persaingan yang ketat dibutuhkan pengelolaan yang didukung oleh strategi
bisnis yang tepat. Pemanfaatan suatu sistem informasi yang menunjang
pengambilan keputusan dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja dan dukungan
terhadap semua lini dalam usaha. Untuk itu dilakukan penelitian yang
bertujuan khusus dalam pengembangan sistem penunjang keputusan untuk usaha
kecil menengah ( UKM).
Metode dasar untuk membangun sistem tersebut adalah
empat tahap pendekatan pengambilan keputusan menurut Herbert Simon
meliputi tahap intelligence, design, choice dan implementation. Kemudian
dilanjutkan dengan membangun data management subsystem, model management
subsystem dan user interface subsystem. Pengembangan sistem ini menghasilkan
sebuah sistem penunjang keputusan yang dapat meningkatkan kinerja semua
lini dengan dukungan informasi untuk pengambilan keputusan. Produktivitas
merupakan salah satu faktor yang penting dalam mempengaruhi proses
kemajuan dan kemunduran suatu usaha. Artinya meningkatkan
produktivitas berarti meningkatkan kesejahteraan dan mutu perusahaan
besar terutama UKM.
Pembahasan
Proses pengambilan
keputusan menurut Herbert Simon (dalam Turban, 2007) terdiri dari empat
tahap yaitu intelligence, design, choice, implementation.
Pada tahap intelligence kegiatan yang dilakukan adalah:
§
mengawasi/meneliti lingkungan;
§
menganalisis tujuan organisasi;
§
mengumpulkan data;
§
mengidentifikasi masalah;
§
mengkategorikan masalah (programable/non programable);
§
menilai stakeholder dan
penanggung jawab masalah.
Kemudian kegiatan
pada tahap design adalah:
§
mengembangkan tindakan alternatif;
§
membuat analisis solusi terbaik;
§
menyusun model;
§
melakukan tes kelayakan;
§
melakukan validasi hasil;
§
menetapkan prinsip-prinsip pemilihan, seperti objektif, model,
penilaian terhadap risiko, serta kriteria dan batasan.
Selanjutnya, tahap choice adalah bagian paling kritis dalam
pengambilan keputusan. Pada tahap ini dilakukan:
§
pemilihan yang berprinsip pada pendekatan solusi, seperti:
optimisasi, rasionalisasi, suboptimisasi, model desktiptif;
§
evaluasi dan rekomendasi. Pada tahap terakhir – implementation – dilakukan pelaksanaan pada
pilihan solusi.
Decision support system (DSS) adalah aplikasi untuk mendukung tugas-tugas
manajemen pada umumnya dan membantu pengambilan keputusan pada khususnya.
DSS disebut juga sistem pendukung keputusan (SPK) atau bisnis intelijen
(BI).
Beberapa karakteristik dan kemampuan SPK di antaranya:
1.
mendukung pengambilan keputusan terstruktur atau semi
terstruktur;
2.
mendukung semua tingkatan manajemen (top level sampai line
manajemen);
3.
mendukung semua individu maupun grup;
4.
mendukung pengambilan keputusan yang berurutan maupun
saling bergantungan;
5.
mendukung semua tahap pengambilan keputusan (intelligence, design, choice, implementation);
6.
mendukung semua model proses pengambilan keputusan dan
gayanya;
7.
dapat disesuaikan dengan situasi;
8.
menggunakan sentuhan perasaan yang terdalam;
9.
meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan;
10.
dapat dikontrol oleh pengguna;
11.
dapat dikembangkan dan dimodifikasi oleh pengguna sesuai
kebutuhan;
12.
model dapat dibuat secara umum untuk situasi pengambilan
keputusan;
13.
menyediakan akses data dalam format, tipe dan cakupan
bahkan area geografis;
14.
dapat dioperasikan pada perangkat standalone (PC) atau dalam jaringan (distributed).
Analisis Kebutuhan Sistem
Analisis kebutuhan atau persyaratan sistem digunakan untuk menentukan atau memberikan gambaran secara umum sistem seperti apa yang dibutuhkan para stake holder yang dapat membantu atau mendukung pencapaian sasaran organisasi yang meliputi:
§
kebutuhan data dan informasi yang berkaitan operasional
perusahaan;
§
kebutuhan proses atau fungsi dari sistem, dalam pengertian
apa yang dapat dilakukan oleh sistem untuk para pengguna atau user dalam menjalankan tugas
berkaitan dengan pengelolaan informasi data barang masuk, barang keluar
dan penjualan;
§
kebutuhan antarmuka atau interface, yang
memudahkan para pengguna berinteraksi dengan sistem sesuai dengan tingkat
kebutuhan masing-masing pengguna. Untuk itu analisis kebutuhan system dilakukan
pada fungsi bisnis gudang dan administrasi. Kebutuhan-kebutuhan yang
didapatkan dianalisis secara teknis dengan pendekatan objek dan model
sistem, dan menghasilkan sebuah konsep sistem.
Pengidentifikasian Fakta
Pengidentifikasian fakta dapat dilakukan melalui metode survei dan wawancara.
Pengidentifikasian fakta dapat dilakukan melalui metode survei dan wawancara.
Perancangan Sistem
Dari hasil analisis kebutuhan atau persyaratan system dan model sistem, disusunlah spesifikasi teknis untuk mewujudkan setiap bagian atau komponen sistem, diantaranya:
Dari hasil analisis kebutuhan atau persyaratan system dan model sistem, disusunlah spesifikasi teknis untuk mewujudkan setiap bagian atau komponen sistem, diantaranya:
1.
spesifikasi basis data, yaitu menentukan apa saja yang
dibutuhkan untuk penyimpanan data dan penyiapan informasi yang disebut
dengan subdata management;
2.
spesifikasi model-model untuk membantu memodelkan masalah
untuk pencarian pemecahan permasalahan, yang disebut dengan submodel management;
3.
spesifikasi antar muka atau interface untuk
memudahkan pengguna berinteraksi dengan sistem dan mendapatkan informasi
dijelaskan secara rinci – termasuk media yang digunakan melalui print-out atau tampilan layar serta menu yang
mengaturnya – yang disebut dengan subuser interface.
Pengembangan Sistem Pendukung
Keputusan
Berdasarkan spesifikasi
dari komponen-komponen sistem pendukung keputusan, kemudian dikembangkan
suatu aplikasi sistem pendukung keputusan sesuai dengan teknologi terpilih,
meliputi:
1.
Pengembangan domain data dengan penciptaan tabel-tabel untuk
membentuk basis data yang diusulkan menggunakan model relasional;
2.
Pengembangan domain model dengan penciptaan model-model
untuk memodelkan permasalahan yang diusulkan menggunakan model-model relevan.
Pengambilan Keputusan
Multikriteria
Pengambilan keputusan multikriteria adalah suatu metode
pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah
alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu. Kriteria biasanya berupa
ukuran-ukuran, aturan-aturan atau standar yang digunakan dalam pengambilan
keputusan. Menurut Zimmermann (Kusumadewi, 2006), berdasarkan tujuannya,
pengambilan keputusan multikriteria dapat dibagi menjadi dua model, yaitu
pengambilan keputusan multiatribut dan pengambilan keputusan multiobjektif.
Pengambilan keputusan multiatribut digunakan untuk menyelesaikan masalahmasalah
dalam ruang diskrit. Oleh karena itu, model ini biasanya digunakan untuk
melakukan penilaian atau seleksi terhadap beberapa alternatif dalam jumlah yang
terbatas. Sedangkan pengambilan keputusan multiobjektif digunakan untuk
menyelesaikan masalah-masalah pada ruang kontinu. Secara umum dapat dikatakan
bahwa pengambilan keputusan multikriteria menyeleksi alteratif terbaik dari
sejumlah alternatif sedangkan pengambilan keputusan multiobjektif merancang
alternatif terbaik.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan
masalah pengambilan keputusan multiatribut, antara lain:
§
Simple
Additive Weighting Method(SAW)
§
Weighted
Product(WP)
§
ELECTRE
§
Technique
for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) Analytic
Hierarchy Process(AHP).
Sistem Pendukung Keputusan
Definisi Sistem Pendukung Keputusan sampai saat ini masih
bergantung kepada dari sudut mana Sistem Pendukung Keputusan tersebut
dipandang. Namun pada umumnya Sistem Pendukung Keputusan bisa didefinisikan
dengan melibatkan aspek-aspek sebagai berikut:
§
Sistem yang berbasis komputer
§
Membantu memecahkan masalah seorang manajer
§
Masalah semi terstruktur
§
Interaktif antara sistem dan manajer
§
Menggunakan analisis data.
Di dalam memutuskan suatu permasalahan, ada perbedaan pendekatan
yang digunakan oleh seorang manajer dengan komputer. Seorang manajer akan
memutuskan suatu permasalahan berasarkan kemampuan, pengalaman, ilmu dan
intuisi dirinya sehingga proses pengambilan keputusannya dikatakan tidak
terstruktur. Sedangkan sistem komputer diciptakan dengan menggunakan metodologi
tertentu, maka proses pengambilan keputusannya sudah terstruktur secara
sistematis. Sistem Pendukung Keputusan diciptakan untuk menjembatani seorang
manajer dengan sistem komputer di dalam memecahkan suatu permasalahan. Proses
pengambilan keputusan pada Sistem Pendukung Keputusan adalah semi terstruktur.
Menurut Peter G. W. Keen dan Michael S. Scott Morton, prinsip
dasar konsep Sistem Pendukung Keputusan adalah struktur masalah, dukungan
keputusan dan efektivitas keputusan. Dari ketiga konsep tersebut dirumuskanlah
tujuan Sistem Pendukung Keputusan yaitu:
1.
Sistem Pendukung Keputusan dapat membantu manajer dalam membuat
keputusan untuk memecahkan masalah semistruktural
2.
Sistem Pendukung Keputusan dapat mendukung terhadap penilaian
manajer
3.
Sistem Pendukung Keputusan dapat meningkatkan efektifitas dan
efisiensi seorang manajer dalam mengambil suatu keputusan (Munir, 2002).
Metode ELECTRE
Metode ELECTRE termasuk
pada metode analisis pengambilan keputusan multikriteria yang berasal dari
Eropa pada tahun 1960an. ELECTRE adalah akronim dari Elimination Et Choix Traduisant la Realité atau
dalam bahasa Inggris berarti Elimination and Choice
Expressing Reality (wikipedia). Menurut Janko dan Bernoider
(2005:11), ELECTRE merupakan salah satu metode pengambilan keputusan
multikriteria berdasarkan pada konsep outranking dengan
menggunakan perbandingan berpasangan dari alternatif-alternatif berdasarkan
setiap kriteria yang sesuai. Metode ELECTRE digunakan pada kondisi dimana
alternatif yang kurang sesuai dengan kriteria dieliminasi dan alternatif yang
sesuai dapat dihasilkan. Dengan kata lain, ELECTRE digunakan untuk kasus-kasus dengan
banyak alternatif namun hanya sedikit kriteria yang dilibatkan (Setiyawati).
Suatu alternatif dikatakan mendominasi alternatif lainnya jika satu atau lebih
kriterianya melebihi (dibandingkan dengan kriteria alternatif yang lain) dan
sama dengan kriteria lain yang tersisa (Kusumadewi, 2006)
sumber: https://raahmaa.wordpress.com/2015/02/07/sistem-pengambilan-keputusan-dalam-ukm/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar