Puisi Ibu


Ibu…
Engkau melahirkanku dalam keadaan lemah
Engkau melahirkanku pada saat kondisi keuangan menurun
Dan engkau masih terus berusahan melahirkanku oh ibu…
                                Ibu…
                                Engkau merelakan nyawamu untuk dipertaruhkan demi melahirkanku
                                Engkau rela uangmu terpakai untuk melahirkanku
                                Dan engkau rela merasakan sakitnya melahirkanku oh ibu…

Ketika diriku masih bayi…
Di tengah malam yang gelap dan sunyi…
Diriku menangis sulit untuk berhenti…
Dan dirimu lah yang membuatku berhenti menangis….
                                Engkau melupakan tenagamu…
                                Engkau melupakan rasa kantukmu…
                                Engkau melupakan waktumu…
                                Demi membuatku tertidur kembali wahai ibuku….
Ketika aku mulai bersekolah…
Engkau rela mengantar jemputku hingga masuk ke dalam kelas…
Dirimu selalu menungguku diluar kelas…
Hingga jam sekolah pun selesai…
                                Dirimu selalu membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah
                                Meski diriku selalu salah
                                Tetapi dirimu selalu sabar dalam mengajariku
                                Hingga akhirnya diriku bisa mengerti
Engkau selalu memberikanku yang terbaik
Lebih baik dibanding dengan yang lainnya
Engkau selalu ada
Disaat diriku tidak mengerti…
                                Diri ini terasa hampa…
                                Jika tidak ada sesosok ibu yang menemani…
                                Diri ini terasa mati…
                                Jika tidak ada sesosok malaikat tak bersayap…
Dirimu sangat baik dalam memberiku arahan
Dirimu sangat kuat disaat aku melakukan kesalahan
Dirimu selalu menyemangatiku jika aku terjatuh
Dan dirimu selalu memberikan yang terbaik pada anakmu
                                Engkau takkan pernah tergantikan
                                Meskipun banyak orang baik
                                Tetapi dirimu hanyalah satu
                                Oh ibu…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar