Membangun
Strategi E-Bisnis
E-Business
tidak dapat bekerja tanpa strategi (bisnis). Strategi E-Bisnis dibutuhkan untuk
mendukung arah strategis perusahaan secara keseluruhan. Kanada adalah satu dari
koneksi internet paling banyak di dunia. Tetapi, sektor bisnis kecilnya
tertinggal secara signifikan di belakang Amerika Serikat dalam hal adopsi
E-Bisnis. Mengapa? Karena terlalu kecil dari bisnis yang ada memiliki strategi
E-Bisnis yang sesungguhnya (menurut penelitian Forrester Research), hanya 14%
nya yang memiliki strategi bisnis, jauh tertinggal di belakang Amerika Serikat.
Agar
dapat sukses dalam E-Bisnis, pebisnis perlu mengembangkan strategi E-Bisnis.
Berikut ini beberapa pertanyaan akan membantu untuk mempertimbangkan kapan
mengembangkan strategi E-Bisnis. Jawaban pertanyaan akan membantu pebisnis
untuk fokus pada inisiatif dengan berdampak potensial terbesar pada bottom line
perusahaan. Pertama, proses bisnis yang mana saat ini menawarkan peluang
terbesar untuk mengurangi biaya, mengefisiensikan perolehan, dan meningkatkan
keuntungan?. Kedua, di mana bisnis mendapatkan keuntungan sebuah keuntungan
kompetitif melebihi pesaing?. Ketiga, wilayah mana yang menyebabkan paling
bermasalah pada organisasi dengan respek kepada pelayanan dan penghargaan
kepada pelanggan?. Keempat, apakah senior manajemen atau orang penting sepakat
untuk mengimplementasikan solusi ini? dan apakah mereka memiliki kemauan untuk
memenangkan inisiatif dalam organisasi?. Kelima, bagaimana E-Bisnis akan
memberi solusi mengubah struktur dasar organisasi? dan apa perubahan pada
susunan pegawai, keahlian dan komunikasi/ informasi mengalir mendapatkan hasil
secara potensial dari latihan-latihan ini?. Keenam, pelatihan apa yang
dibutuhkan untuk menyakinkan bahwa karyawan-karyawan mampu untuk memaksimalkan
keuntungan potensial dari solusi ini? dan bagaimana bisa melibatkan mereka dari
memulai untuk memaksimalkan input pekerja, pendidikan, dan komitmen?. Ketujuh,
Return On Investment (ROI potensialnya? dan bagaimana melakukan perbandingan
ini dengan opsi investasi lainnya?.
Dari
penjelasan di atas, sangat bisa kita lihat bahwa kemajuan teknologi sangat
mempengaruhi perusahaan-perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Banyak yang
dapat digunakan dalam berbagi sektor dalam perusahaan.
Manfaat
dan Tantangan Penggunaan e-commerce Dalam Dunia Bisnis
Dalam
banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya
mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang
handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi
bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang
bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1.
Menyediakan harga kompetitif.
2.
Menyediakan jasa pembelian yang tanggap,
cepat, dan ramah.
3.
Menyediakan informasi barang dan jasa yang
lengkap dan jelas.
4.
Menyediakan banyak bonus seperti kupon,
penawaran istimewa, dan diskon.
5.
Memberikan perhatian khusus seperti usulan
pembelian.
6.
Menyediakan rasa komunitas untuk
berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7.
Mempermudah kegiatan perdagangan.
Manfaat
yang dirasakan perusahaan khususnya untuk kepentingan pelanggan memperlihatkan
bahwa e-commerce dapat memberikan manfaat antara lain:
1. Mendapatkan
pelanggan baru. Studi yang menyebutkan bahwa manfaat penggunaan e-commerce
dalam bisnis adalah mendapatkan pelanggan baru dikemukakan oleh Hamill da
Gregory, 1997 dan Swatman, 1999 serta Hoffman dan Novak, 2000. Digunakannya
e-commerce memungkinkan perusahaan tersebut mendapatkan pelanggan baru baik itu
yang berasal dari pasar domestik maupun pasar luar negeri.
2. Menarik
konsumen untuk tetap bertahan. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey,
1997 di industri perbakan menemukan bahwa dengan adanya layanan ebanking
membuat nasabah tidak berpindah ke bank lain. Selain itu bank juga akan
mendapatkan pelanggan baru yang berasal dari bank-bank yang bertahan dengan
teknologi lama.
3. Meningkatkan
mutu layanan. Dengan adanya e-commerce memungkinkan perusahaan dapat
meningkatkan layanan dengan melakukan interaksi yang lebih personal sehingga
dapat memberikan informasinya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen.
Studi yang menyebutkan bahwa penggunaan e-commerce dapat bermanfaat untuk
meningkatkan mutu layanan ini dikemukakan oleh Gosh, 1998.
4. Melayani
konsumen tanpa batas waktu. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey, 1997
menemukan bahwa adanya pelanggan dapat melakukan transaksi dan memanfaatkan
layanan suatu perusahaan tanpa harus terikat dengan waktu tutup ataupun buka
dari suatu perusahaan tersebut.
Dampak E-commerce
Terhadap Dunia bisnis
Dalam kategori
pertama, e-commerce berdampak pada akselerasi pertumbuhan direct marketing yang
secara tradisional berbasis mail order (katalog) dan telemarketing. Kemunculan
e-commerce memberikan beberapa dampak positif bagi aktivitas pemasaran,
diantaranya:
·
Memudahkan promosi
produk dan jasa secara interaktif dan real time melalui saluran komunikasi
langsung via internet.
·
Menciptakan saluran
distribusi baru yang bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di hampir semua
belahan dunia.
·
Memberikan penghematan
signifikan dalam hal biaya pengirima informasi dan produk terdigitalisasi
(contoh perangkat lunak dan musik).
·
Menekan waktu siklus
dan tugas–tugas administratif (terutama untuk pemasaran internasional) mulai
dari pemesanan hingga pengiriman produk.
·
Layanan pelanggan yang
lebih responsif dan memuaskan, karena pelanggan bisa mendapatkan informasi
lebih rinci dan merespon cepat secara online.
·
Memfasilitasi mass
customization yang telah diterapkan pada sejumlah produk seperti kosmetik,
mobil, rumah, komputer, kartu ucapan, dan berbagai macam produk lainnya.
·
Memudahkan aplikasi
one-to-one atau direct advertising yang lebih efektif dibandingkan mass
advertising
·
Menghemat biaya dan
waktu dalam menangani pemesanan, karena sistem pemesanan elektronik
memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat dan akurat.
·
Menghadirkan pasar
maya/virtual (markespace) sebagai komplemen pasa tradisional
(marketplace).
Dalam hal transformasi
organisasi, e-commerce mengubah karakterisik pekerjaan, karir, dan kompensasi.
E-commerce menuntut kompetensi, komitmen, kreativitas, dan fleksibilitas
karyawan dalam beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan yang ramping,
bercirikan pemberdayaan dan desentralisasi wewenang, beranggotakan knowledge
based workers, mampu beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru dan
perubahan lingkungan (learning organisation), mampu dan berani bereksperimen
dengan produk, jasa maupun proses baru, dan mampu mengelola perubahan secara
strategik. Sedangkan dalam hal redefinisi organisasi, e-commerce memunculkan
model bisnis baru yang berbasis jasa online di markespace. Hal ini bisa
berdampak pada redefinisi misi organisasi dan cara organisasi menjalankan
bisnisnya. Perubahan ini anatar lain meliputi peralihan dari sistem produksi
massal menjadi pemanufakturan just in time (JIT) yang lebih customized,
integrasi berbagai sistem fungsional (seperti produksi, keuangan, pemasaran,
dan sumber daya manusia). Hal ini difasilitasi dengan sistem ERP (Enterprise
Resource Planning) berbasis internet berupa perangkat lunak khusus seperti SAP
R/3, microsoft enterprise, DCOM, dan lain-lain.
Faktor Keberhasilan
E-commerce Dalam Dunia Bisnis
Dalam menciptakan perusahaan e-commerce yang
sukses dan berkelanjutan maka secara umum tentunya perusahaan harus mencari
cara untuk dapat membangun kepuasan, loyalitas, dan hubungan baik dengan para
pelanggan secara online agar mereka tetap kembali ke toko web perusahaan kita.
Kunci keberhasilan perusahaan ritel elektronik adalah ketika perusahaan mampu
mengoptimalkan beberapa faktor sukses e-commerce seperti berikut:
1.
Selection
and Value, Faktor Pilihan dan
nilai meliputi pilihan produk yang menarik, harga yang bersaing, jaminan
kepuasan, dan dukungan pelanggan setelah penjualan.
2.
Performance
and Service, Faktor Kinerja dan
pelayanan meliputi navigasi, proses belanja, dan pembelian serta konfirmasi
pengiriman yang cepat dan mudah.Look and Feel, Faktor Tampilan dan rasa yakni
meliputi pajangan web, situs web, area belanja, produk multimedia, halaman katalog
dan fitur belanja yang menarik.
3.
Advertising
and incentives, Faktor Iklan dan
insentif meliputi : web dan promosi e-mail bersasaran serta penawaran khusus,
termasuk iklan di berbagai situs afiliasi.
4.
Personal
attention, Faktor perhatian
personal meliputi halaman web personal, saran produk yang dipersonalisasi,
iklan web dan pemberitahuan e-mail, serta dukungan interaktif untuk semua
pelanggan.
5.
Community
relationship, Faktor hubungan
dengan komunitas meliputi komunitas virtual para pelanggan, pemasok, perwakilan
perusahaan, dan lainlainnya melalui newsgroup, ruang bincang, serta berbagai
hubungan ke situssitus terkait.
6.
Security
and Reliability, Faktor keamanan dan
keandalan meliputi keamanan informasi pelanggan dan transaksi di situs web,
informasi produk yang dapat dipercaya, serta pemenuhan pesanan yang dapat
diandalkan.
Manfaat E-commerce
bagi Organisasi, Konsumen, dan Masyarakat luas Bagi Organisasi:
1.
Memperluas pasar
hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga perusahaan bisa
menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik, dan menjalin relasi
dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok.
2.
Menekan biaya
menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan, dan mengakses informasi
berbasis kertas.
3.
Memungkinkan
perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat terspesialisasi.
4.
Menekan biaya
persediaan dan overhead dengan cara memfasilitasi manajemen rantai nilai
bertipe “pull” yang prosesnya berawal dari pesanan pelanggan dan menggunakan
pemanufakturan just-in-time.
5.
Menekan waktu antara
pembayaran dan penerimaan produk/jasa.
6.
Meningkatkan
produktivitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis.
7.
Menekan biaya
telekomunikasi.
Bagi Konsumen:
1.
Memungkinkan konsumen
berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap saat (7 hari 24 jam).
2.
Memberikan pilihan
produk dan pemasok yang lebih banyak kepada pelanggan
3.
Memungkinkan konsumen
dalam mendapatkan produk dan jasa yang lebih murah, karena konsumen bisa
berbelanja di banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
4.
Produk yang terdigitalisasi,
e-business memungkinkan pengiriman produk secara cepat dan real-time.
5.
Memungkinkan pelanggan
berinteraksi dengan pelanggan lainnya dalam electronik communities dan saling
bertukar gagasan dan pengalaman.
6.
Memungkinkan pelanggan
berpartisipasi dalam lelang virtual.
Bagi Masyarakat
luas:
1.
Memungkinkan lebih
banyak orang bekerja di rumah.
2.
Memungkinkan beberapa
jenis barang dijual dengan harga murah.
Dampak Positif &
Negatif e-commerce Bagi Dunia Bisnis
Dampak
positif:
1.
Revenue Stream (aliran
pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di
sistem transaksi tradisional.
2.
Dapat meningkatkan
market exposure (pangsa pasar).
3.
Menurunkan biaya
operasional (operating cost).
4.
Melebarkan jangkauan
(global reach).
5.
Meningkatkan customer
loyality.
6.
Meningkatkan supplier
management.
7.
Memperpendek waktu
produksi.
8.
Meningkatkan value
chain (mata rantai pendapatan).
Dampak Negatif:
1.
Kehilangan segi
finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang
dari rekening satu ke rekening lainnya atau diatelah mengganti semua data
finansial yang ada.
2.
Pencurian informasi
rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi
rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan
kerugian yang besar bagi si korban.
3.
Kehilangan kesempatan
bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis
seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
4.
Penggunaan akses ke
sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang peretas program (hacker)
yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan lalu memindahkan sejumlah
rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5.
Kehilangan kepercayaan
dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan
dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan
tersebut.
6.
Kerugian yang tidak
terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja,
ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan
faktor manusia atau kesalahan sistem
KESIMPULAN
Dengan
pemanfaatan dan penggunaan teknologi internet diharapkan dapat memberikan
manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif tersebut. Perusahaan
yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut adalah perusahaan yang mampu
melakukan implementasi teknologi ke dalam perusahaannya. Salah satu jenis
implementasi teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan
produk-produk adalah dengan menggunakan electronic commerce (e-commerce) untuk
memasarkan berbagai macam produk atau jasa, baik dalam bentuk fisik maupun
digital. Dengan adanya layanan electronic commerce (e-commerce) ini maka
pelanggan dapat mengakses serta melakukan pesanan dari berbagai tempat. Dengan
adanya era teknologi yang canggih saat ini para pelanggan yang ingin mengakses
e-commerce tidak harus berada di suatu tempat, hal itu dikarenakan di kota kota
besar di Indonesia telah banyak tempat tempat yang menyediakan suatu fasilitas
akses internet hanya dengan menggunakan laptop/notebook ataupun dengan Personal
Digital Assistant (PDA) dengan menggunakan teknologi wifi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar